Skip to main content

Budaya dan Ciri Khas Kota Situbondo

Situbondo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang cukup dikenal dengan sebutan Daerah Wisata Pasir Putih yang terletak di posisi antara 7° 35’ – 7° 44’ Lintang Selatan dan 113° 30’ – 114° 42’ Bujur Timur. Bahasa yang digunakan adalah bahasa madura. Kabupaten Situbondo berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara, sebelah timur berbatasan dengan Selat Bali, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, serta sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo.
Luas Kabupaten Situbondo adalah 1.638,50 km² atau 163.850 hektar, dan bentuknya memanjang dari barat ke timur kurang lebih 150 km. Pantai utara umumnya merupakan dataran rendah dan di sebelah selatan merupakan dataran tinggi dengan rata-rata lebar wilayah kurang lebih 11 km.
Budaya
1. Ancak agung
 salah satu kirab budaya yang ada di Kabupaten Situbondo  . Tradisi ini digelar selain untuk  menghindari musibah bencana alam, dan memperingati Maulid Nabi Muhammad. Ribuan masyarakat situbondo memenuhi jalan raya untuk  mengikuti dan menyaksikan Kirab ini menuju alun-alun kota situbondo. Selain berdoa untuk ketentraman, ketenangan,kedamaian dan keamanan untuk kota situbondo, kegiatan ini juga sebagai awal dari menyambutnya Bulan Maulid.
Ancak Agung ini  sendiri berupa tumpeng nasi kuning atau biasa disebut dengan Kabuli raksasa yang diisi aneka buah-buahan, uang, ikan yang diarak dari kantor pemkab situbondo menuju alun-alun sepanjang kurang lebih 1 km. Sebagai pengiring  ribuan masyarakat situbondo dengan membawah aneka lampu warna warni dengan iringan seni hadra dan kembang api acara ini di mulai pada jam  18.00 WIB sampai dengan jam 22.00 WIB .Sampai di alun-alun kota situbondo, Ancak Agung kenudian didoakan dilanjutkan dengan Sholawat Nabi oleh tokoh Agama setempat. Kemudian masyarakat beramai ramai berebut isi ancak agung itu dengan maksud mengharap berkah dari Allah SWT.
2. Petik Laut
Laut yang membentang di sebelah utara wilayah Kabupaten Situbondo sepanjang kurang lebih 137. Km dari wilayah Kecamatan Banyu Glugur hingga kecamatan Banyuputih, potensi laut yang terpendam masih berlimpah untuk dimanfaatkan namun ekploitasi hasil laut harus tetap memperhatikan kelestarian biota laut itu sendiri.
Hasil gambar untuk petik laut situbondo
Tradisi upacara petik laut adalah suatu upacara tradisional nelayan yang biasanya diselenggarakan setiap setahun pada bulan muharram atau syuro dalam penanggalan jawa. Upacara ini untuk menunjukkan rasa syukur  atas melimpahnya hasil tangkapan laut serta agar selalu selamat tanpa bencana serta rintangan apapun. Tradisi tersebut juga diyakini mampu membawah kebaikan dan kesejahteraan bagi nelayan yang ditandai dengan melimpahnya ikan atau hasil laut.Upacara ritual ini di kenal dengan  “Petik Laut” dan “Larung Saji”. Ritual ini selalu dinantikan dan rutin dilakukan dikalangan komunitas nelayan,  di desa Kilen Sari, Kecamatan Panarrukan. ritual ini selalu dipadati ribuan warga nelayan yang akan turut serta dalam acara ini. Ritual diawali dengan pembuatan sesaji oleh sesepuh nelayan. Sesepuh tersebut adalah keturunan warga Madura yang sudah ratusan tahun turun-temurun mendiami pesisir pantai di disitubondo, kemudian disiapkan perahu kecil untuk di hiasi seindah mungkin. Kemudian pada malam harinya di tempat perahu yang sudah di hiasi dipersiapkan untuk  melakukan Tirakat.kemudian perahu di isi puluhan jenis hasil bumi dan berbagai jenis makanan. Dan pada hari yang telah ditentukan, ratusan nelayan telah berkumpul dengan menggunakan baju khas Madura. Menjelang siang, sesaji tersebut akan diarak menuju pantai.  
Inti kegiatan petik laut adalah saat pelepasan sesaji yang di satukan dalam sebuah perahu kecil ke tengah laut. Isinya macam-macam seperti sejumlah perhiasan,seekor ayam dan kepala sapi, berbagai makanan dan jajanan seperti nasi tumpeng,buah-buahan. namun yang paling menonjol adalah kepala sapi. Sesaji itu telah melalui serangkaian ritual. Sebelum di lepas ke tengah laut Perahu sesaji diturunkan kelaut beramai-rami kemudian dilepaskan ketengah dan ditenggelamkan. Upacara pelepasan sesaji ketengah laut juga diikuti ratusan kapal nelayan Pondok Mimbo, yakni warga nelayan yang ada dikawasan Banyuputih bagian timur Situbondo.
3. Ojhung



3


Tradisi Ojung merupakan tradisi saling pukul badan dengan menggunakan senjata rotan yang dimainkan oleh dua orang. Kedua peserta Ojung saling bergantian memukul tubuh lawannya. Jika peserta satu memukul, maka lawannya akan berusaha menangkis dan menghindar. “Tradisi ini merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan oleh kepala desa yang bertujuan untuk menghindari bencana alam, dihindari cari carok, sebab kalau Ojung tidak diadakan setiap tahunnya selalu terjadi carok” kata sesepuh adat.

Makanan Khas

1. Tajin Palappa


blogger-image-1426739286


Tajin Palappa adalah bubur yang ditambah dengan siraman bumbu kacang, sayur kecambah dan kangkung, akan tetapi yang membuat istimewa yakni bumbunya, petis merah, cabe, kacang tanah dan cuka. Agar lebih nikmat ditambah dengan irisan hongkong atau ote-ote. Dan satu lagi, racikan bumbu Tajin Palappa hanya orang asli Situbondo yang bisa membuatnya terasa nikmat.

2. Nasik Karak

12357887_949655655106172_1460324356_n

Nasi karak atau biasa disebut dengan nasi kucing adalah makanan yang popular di daerah Situbondo. Bahan dari makanan ini adalah nasi yang dikeringkan atau nasi aking yang dimasak kembali. Setelah nasi masak dicampur dengan serutan kelapa disertai lauk ikan dan sayur-sayuran. 

Ciri Khas Situbondo


1. Mayoritas masyarakat situbondo menggunakan bahasa madura
2. dikenal dengan kota "Kota Shalawat Nariyah"
3. Memiliki hasil batik bermitif kerang

DSCN0430

Comments

Popular posts from this blog

RS UMM, UMM Inn, Bookstore, dan Sengkaling Kuliner

Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang   Rumah Sakit Pendidikan (Teaching Hospital) Universitas Muhammadiyah Malang dibangun di atas tanah ukuran 32.834 m 2 . Rumah sakit ini berada di  Jl.Raya  Tlogomas  No.45  Malang, tepatnya di sebelah timur terminal Ladungsari.  Memiliki luas bangunan sekitar 9 hektare dan juga bangunan utama setinggi 6 lantai dan beberapa bangunan gedung penunjang setinggi 5 lantai dan gedung rawat inap setinggi 3 lantai. Bentuk bangunan yang megah dan tertata rapi dengan ciri khas arsitektur tiongkok, menjadikan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang ini mudah dikenali oleh segala lapisan masyarakat. Fasilitas  yang ada yaitu bangunan utama untuk pelayanan kesehatan, training centre, auditorium, paviliun, masjid, taman, parkir dan pusat kebugaran. Pembangunan Rumah Sakit ini bertujuan untuk kegiatan pendidikan kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan dengan menerima pasien umum. Mengusung motto “ pelayananku...

Tentang Kampus UMM

Universitas Muhammadiyah Malang dibangun pada tahun 1964 oleh para tokoh pemimpin Muhammadiyah yang berada di Malang. Awal mulanya UMM bergabung dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta yang dibangun oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte Notaris R.Sihojo Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 pada 19 Juni 1963. UMM termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia. Oleh karena didominasi warna dinding putih, UMM sering disebut sebagai KAMPUS PUTIH. Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang hanya mempunyai 3 (tiga) fakultas, yaitu : Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Agama. Ketiga fakultas ini mendapat status Terdaftar dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1966 dengan Surat Keputusan Nomor 68/B-Swt/p/1966 tertanggal 30 Desember 1966. Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas Muhammadiyah Malang resmi m...